Pendidikan Profesi Dokter
Visi Misi
Visi Program Studi Sarjana dan Profesi Dokter adalah “menjadi program studi yang menghasilkan lulusan dokter yang berlandaskan nilai-nilai Islam dan Kemuhammadiyahan serta unggul di bidang Kedokteran Kerja, terutama pada sektor perkebunan”.
Misi Program Studi Sarjana dan Profesi Dokter adalah:
- Menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran yang bermutu untuk menghasilkan dokter yang Islami dan unggul di bidang kedokteran kerja, terutama pada sektor perkebunan.
- Menyelenggarakan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang bermutu berdasarkan nilai moral Islam dan Kemuhammadiyahan.
- Menciptakan suasana akademik yang kondusif untuk tumbuh dan berkembangnya budaya mutu, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta implementasi iman dan taqwa.
Tujuan
Tujuan Program Studi Sarjana dan Profesi Dokter adalah:
- Terbentuknya Program Studi Sarjana dan Profesi Dokter yang menghasilkan lulusan profesional, humanis dan bermutu tinggi berdasarkan nilai-nilai Islam, unggul di bidang kedokteran kerja, serta memahami kearifan lokal masyarakat.
- Terbukanya kesempatan bagi putra putri Riau termasuk dari kalangan kader Muhammadiyah dan daerah tertinggal yang berprestasi untuk mengikuti pendidikan dokter.
- Terlaksananya peran program studi dalam meningkatkan pencegahan penyakit, pengobatan dan penyebarannya serta meminimalkan dampak terhadap kesehatan masyarakat di Provinsi Riau.
- Terbentuknya lulusan dari putra putri Riau yang berdaya saing di Indonesia melalui profesi kedokteran.
- Terwujudnya pemerataan tenaga dokter di Indonesia, khususnya di Provinsi Riau.
- Terwujudnya peningkatan peran Provinsi Riau dalam memenuhi kecukupan tenaga kesehatan Indonesia.
Prospek Kerja
Berdasarkan visi Program Studi yang berorientasi pada nilai-nilai Islam dan Kemuhammadiyahan serta keunggulan di bidang Kedokteran Kerja, khususnya sektor perkebunan, lulusan diharapkan memiliki kompetensi profesional, etik, dan spiritual yang kuat sehingga mampu berkiprah di berbagai bidang berikut:
- Dokter Layanan Kesehatan Primer
Lulusan dapat bekerja sebagai dokter di puskesmas, klinik pratama, rumah sakit, maupun layanan kesehatan masyarakat dengan pendekatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif yang berlandaskan nilai keislaman serta etika profesi. - Dokter Perusahaan (Occupational/Industrial Physician)
Berkarier sebagai dokter perusahaan pada sektor perkebunan, industri agrikultur, manufaktur, dan korporasi lainnya untuk:
• pemeriksaan kesehatan kerja,
• pencegahan penyakit akibat kerja,
• keselamatan dan kesehatan kerja (K3),
• manajemen risiko kesehatan pekerja,
• penyusunan program kesehatan kerja terpadu. - Praktisi Kedokteran Kerja
Menjadi tenaga profesional di bidang Occupational Health & Safety (OHS) atau Kedokteran Kerja, baik di perusahaan nasional maupun multinasional, konsultan K3, maupun lembaga pemerintah. - Dokter Komunitas dan Kesehatan Masyarakat
Berperan dalam pemberdayaan masyarakat, pengendalian penyakit berbasis lingkungan kerja dan wilayah perkebunan, serta pengembangan program kesehatan komunitas pedesaan dan terpencil. - Pendidik dan Peneliti
Melanjutkan studi atau berkarier sebagai dosen, peneliti, atau akademisi di bidang kedokteran, kesehatan kerja, dan kesehatan masyarakat untuk menghasilkan inovasi ilmiah yang bermanfaat bagi pekerja dan masyarakat. - Manajer/Administrator Layanan Kesehatan
Mengelola klinik perusahaan, fasilitas kesehatan perkebunan, atau unit kesehatan kerja dengan kemampuan manajemen pelayanan kesehatan yang profesional dan efektif. - Dakwah dan Pengabdian Kesehatan Islami
Mengintegrasikan praktik medis dengan nilai-nilai keislaman serta semangat pengabdian sosial sesuai prinsip Muhammadiyah melalui kegiatan sosial, kemanusiaan, dan pelayanan kesehatan berbasis komunitas.
Kompetensi Lulusan
Kompetensi Lulusan
Profil lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Riau adalah dokter memiliki kemampuan untuk bekerja sebagai praktisi di fasilitas kesehatan primer dengan kualitas five star doctor (care provider, decision maker, communicator, community leader, and manager), yaitu dokter yang berperan sebagai:
- Care Provider: Dokter yang bertindak sebagai penyediaan layanan kesehatan yang komprehensif, yang unggul dalam melakukan upaya preventif kecelakaan dan penyakit akibat kerja terutama pada sektor perkebunan, dengan mengintegrasikan nilai-nilai Al Islam dan Kemuhammadiyahan dalam sikap dan kinerjanya sebagai penyedia layanan kesehatan.
- Decision Maker: Dokter yang mampu mengambil dan mengelola keputusan dengan pertimbangan kesehatan yang paling efektif dan efisien. Unggul dalam mengambil dan mengelola keputusan terkait upaya-upaya preventif kecelakaan dan penyakit akibat kerja terutama pada sektor perkebunan, dengan mengintegrasikan nilai-nilai Al Islam dan Kemuhammadiyahan dalam sikap dan kinerjanya sebagai pengambil keputusan.
- Communicator: Dokter yang menguasai komunikasi efektif dengan pasien, keluarga, masyarakat dan rekan profesi, serta unggul dalam menyampaikan upaya-upaya preventif kecelakaan dan penyakit akibat kerja terutama pada sektor perkebunan, dengan mengintegrasikan nilai-nilai Al Islam dan Kemuhammadiyahan dalam sikap dan kinerjanya sebagai komunikator.
- Community Leader: Dokter yang mampu memimpin, mendorong individu, keluarga dan masyarakat untuk mengambil peran aktif dalam meningkatkan kualitas kesehatan, unggul dalam memberdayakan peran semua pihak dalam upaya pencegahan kecelakaan dan penyakit akibat kerja terutama pada sektor perkebunan, dengan mengintegrasikan nilai-nilai Al Islam dan Kemuhammadiyahan dalam sikap dan kinerjanya sebagai pemimpin.
- Manager: Dokter yang memiliki kemampuan merancang dan mengelola program kesehatan individu, keluarga dan masyarakat, serta unggul dalam preventif kecelakaan dan penyakit akibat kerja terutama pada sektor perkebunan, dengan mengintegrasikan nilai-nilai Al Islam dan Kemuhammadiyahan dalam sikap dan kinerjanya.