Kuliah Umum IAT UMRI Bahas Integrasi Al-Qur’an dan Sains untuk Penguatan Visi Keilmuan

Pekanbaru (umri.ac.id) – Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT), Fakultas Studi Islam (FSI), Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI), menyelenggarakan kuliah umum bertema “Penguatan Visi Keilmuan Program Studi IAT FSI UMRI” pada Selasa (27/10/2026). Kegiatan ini menjadi upaya memperkuat arah pengembangan keilmuan, khususnya melalui integrasi nilai-nilai Al-Qur’an dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Kuliah umum menghadirkan Guru Besar Fakultas Ushuluddin Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Prof. Dr. Ansusa Putra, Lc., M.Hum., sebagai narasumber. Kegiatan ini diikuti oleh sivitas akademika UMRI sebagai ruang pengayaan wawasan dan penguatan landasan akademik dalam pengembangan Program Studi IAT.

Dekan Fakultas Studi Islam UMRI, Dr. Santoso, M.Si., secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya penguatan visi keilmuan agar mahasiswa IAT tidak hanya memahami khazanah tafsir klasik, tetapi juga mampu mengontekstualisasikan pesan-pesan Al-Qur’an dalam menjawab berbagai persoalan kontemporer, termasuk perkembangan sains, kemanusiaan, dan teknologi.

Penguatan visi keilmuan ini juga berkaitan dengan upaya peningkatan mutu akademik dan pengembangan program studi secara berkelanjutan. Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) sekaligus unsur Penjaminan Mutu UMRI, Dr. Risnal Diansah, serta dosen IAT yang juga bertugas sebagai Penanggung Jawab Mutu Program Studi IAT, Ziyan Al Gifari, Lc., M.A.

Ketua Program Studi IAT UMRI, Fadhli Ananda, Ph.D., menyampaikan apresiasi atas kehadiran narasumber yang memberikan penguatan perspektif keilmuan bagi pengembangan program studi. Hasil pemikiran dan diskusi dalam kuliah umum ini diharapkan menjadi bahan pertimbangan dalam penyempurnaan kurikulum serta pengembangan tema penelitian mahasiswa, khususnya dalam kajian tafsir yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan ilmu pengetahuan.

Dalam pemaparan materi, Prof. Dr. Ansusa Putra menjelaskan pentingnya pendekatan integratif dalam memahami hubungan Al-Qur’an dan sains. Ia menguraikan metodologi tafsir ilmi serta berbagai pendekatan epistemologis yang dapat digunakan untuk mengkaji ayat-ayat Al-Qur’an dalam dialog dengan perkembangan ilmu pengetahuan modern.

Materi tersebut menjadi ruang diskusi bagi dosen dan mahasiswa untuk memperluas perspektif mengenai pengembangan kajian tafsir yang tidak berhenti pada pemahaman tekstual, tetapi juga mempertimbangkan konteks dan tantangan zaman. Sesi tanya jawab berlangsung interaktif dengan beragam pertanyaan dan tanggapan dari peserta.

Kegiatan ini turut dihadiri Musyrif Program Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah (PPUTM), Dolly Riri, S.Ag. Kehadiran perwakilan PPUTM mencerminkan pentingnya sinergi antara pengembangan keilmuan di lingkungan akademik dan pembinaan keislaman dalam membentuk karakter mahasiswa.

Kuliah umum ditutup dengan penyerahan cenderamata kepada Prof. Dr. Ansusa Putra dan sesi foto bersama. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat jejaring akademik antara UMRI dan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, sekaligus membuka peluang kolaborasi dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Melalui kegiatan ini, UMRI terus mendorong pengembangan keilmuan Islam yang integratif, kontekstual, dan responsif terhadap perkembangan zaman, sejalan dengan komitmen universitas untuk menghadirkan pendidikan tinggi yang unggul, berkemajuan, dan berdampak bagi masyarakat. (Rls./Muhansir)