Wisuda XXXI Umri Penuh Haru, Ijazah Almarhum Saddam Diserahkan kepada Orang Tua

Pekanbaru (umri.ac.id) – Suasana haru mewarnai hari kedua pelaksanaan Wisuda XXXI Universitas Muhammadiyah Riau (Umri), Ahad (25/10/2026), saat ijazah almarhum Saddam Hardian Putra, lulusan Program Studi S1 Teknik Informatika, diserahkan kepada orang tuanya.

Momen tersebut menjadi pengingat bahwa di balik keberhasilan akademik, terdapat perjuangan, pengorbanan, dan doa orang tua yang mengiringi perjalanan pendidikan setiap anak. Meski telah menyelesaikan studinya, almarhum tidak sempat mengikuti prosesi wisuda bersama rekan-rekannya.

Wisuda XXXI yang berlangsung selama dua hari ini mengukuhkan 1.351 lulusan dari delapan fakultas dan Sekolah Pascasarjana, jumlah terbanyak sepanjang sejarah Umri. Kegiatan ini dihadiri Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, perwakilan Pemerintah Provinsi Riau, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Riau, Badan Pembina Harian (BPH) Umri, Ketua LLDIKTI Wilayah XVII, Koordinator Kopertis Wilayah XII, serta mitra kerja Umri.

Rektor Umri, Dr. H. Saidul Amin, M.A., menyampaikan tahniah kepada seluruh wisudawan dan wisudawati. Ia menegaskan bahwa wisuda bukan sekadar seremoni akademik, melainkan awal pengabdian lulusan untuk mengamalkan ilmu dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Yang paling penting, kita berharap para wisudawan dan wisudawati menjadi duta-duta Persyarikatan Muhammadiyah di tengah masyarakat. Jaga nama baik Muhammadiyah dan Umri,” pesannya.

Mengusung tema “From Knowledge to Impact: Membangun Generasi Unggul, Berdampak untuk Peradaban”, Rektor berharap lulusan mampu menjadi pencerah sekaligus menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan masyarakat.

“Kita berharap lulusan Umri menjadi pencerah di tengah masyarakat. They are part of solution, not part of problem. Mereka harus mampu menghadirkan solusi dan membawa perubahan positif,” ujarnya.

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Irwan Akib, M.Pd., dalam sambutannya mengingatkan bahwa lulusan Umri perlu memadukan keluhuran budi pekerti dan kesantunan bahasa sebagaimana pesan Raja Ali Haji dengan semangat amal nyata yang diajarkan KH. Ahmad Dahlan.

“Gelar akademik bukan sekadar kebanggaan, melainkan amanah untuk mengamalkan ilmu, menghadirkan solusi, mencerahkan umat, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua PWM Riau, Dr. H. Sutarmo, M.Ag., menyampaikan apresiasi kepada para orang tua atas kepercayaan yang diberikan kepada Persyarikatan Muhammadiyah melalui Umri untuk mendidik generasi penerus bangsa. Menurutnya, tema wisuda tersebut menjadi amanah bagi Muhammadiyah untuk terus berkontribusi dalam membangun peradaban dan mendorong kemajuan umat manusia.

Pada kesempatan yang sama, Plt. Gubernur Riau yang diwakili Asisten I Setdaprov Riau, H. Zulkifli Syukur, M.A., M.Si., mengajak para lulusan agar tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kami berharap lulusan Umri turut membawa kemajuan bagi Provinsi Riau dan berkontribusi dalam pengembangan sumber daya manusia. Mari bersama-sama membangun Provinsi Riau,” ajaknya.

Pada wisuda kali ini, Rika Gunawan dari Program Studi S1 Akuntansi meraih predikat lulusan terbaik jenjang sarjana dengan IPK 3,97 (Summa Cumlaude). Rio Agusri dari Program Studi S2 Manajemen dan Kewirausahaan memperoleh IPK 3,87 (Cumlaude), sedangkan Olga Fitriani Nazri Putri dari Program Studi D3 Keperawatan meraih IPK 3,84 (Cumlaude).

Melalui Wisuda XXXI, Umri meneguhkan komitmennya untuk melahirkan lulusan yang unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, berlandaskan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi umat, bangsa, dan peradaban. (Walida)