PKKMB FIKOM UMRI, Mahasiswa Baru Diajak Kuasai Informasi dan Pimpin Transformasi

Pekanbaru (umri.ac.id) – Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Riau (FIKOM UMRI) menyelenggarakan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB), Selasa (22/9/2026). Kegiatan ini mengangkat tema “Steal Information, Lead the Transformation.”
Sebanyak 275 mahasiswa baru dari Program Studi Ilmu Komunikasi dan Program Studi Hubungan Masyarakat mengikuti kegiatan tersebut. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Dekan dan Wakil Dekan, Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi, Ketua Program Studi Hubungan Masyarakat, para dosen dan tenaga kependidikan, PK IMM Imam Syafi’i, pengurus Hima Ilkom dan Hima Humas, serta sejumlah alumni.
Dekan FIKOM UMRI, Jayus, S.Sos., M.I.Kom., dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada seluruh mahasiswa baru yang telah menjadi bagian dari keluarga besar FIKOM UMRI. Ia menegaskan bahwa memasuki perguruan tinggi bukan sekadar memulai perkuliahan, tetapi juga mengawali proses pembentukan cara berpikir, karakter, dan masa depan.
“Kata steal dalam tema kegiatan ini tentu tidak dimaknai sebagai mencuri secara harfiah, tetapi sebagai keberanian dan kecerdikan dalam menangkap setiap informasi, pengetahuan, pengalaman, dan peluang yang tersedia,” ujar Jayus.
Menurutnya, mahasiswa komunikasi harus memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Mahasiswa tidak boleh hanya menunggu informasi datang, tetapi perlu aktif mencari, membaca, mengamati, bertanya, dan berdiskusi.
Namun, lanjutnya, informasi tidak cukup sekadar dikumpulkan. Mahasiswa juga harus mampu memeriksa kebenarannya, mengolahnya secara kritis, serta memanfaatkannya untuk memimpin perubahan yang bermanfaat. Hal tersebut menjadi inti dari pesan lead the transformation.
Jayus menjelaskan bahwa komunikasi bukan hanya berkaitan dengan kemampuan berbicara, membuat konten, atau tampil di depan publik. Komunikasi juga merupakan kemampuan memahami manusia, membangun kepercayaan, menyampaikan kebenaran, dan menciptakan perubahan.
Di tengah perkembangan teknologi digital dan kecerdasan artifisial yang semakin pesat, mahasiswa komunikasi dituntut tidak hanya kreatif, tetapi juga adaptif, kritis, beretika, dan bertanggung jawab.
“Teknologi boleh berubah, tetapi nilai kejujuran, kepedulian, dan kemanusiaan tidak boleh hilang,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Jayus juga mendorong mahasiswa baru untuk aktif berorganisasi. Menurutnya, organisasi merupakan ruang belajar yang penting untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kerja sama, manajemen waktu, dan penyelesaian masalah.
Meski demikian, ia mengingatkan agar aktivitas organisasi tidak membuat mahasiswa melupakan tujuan utama memasuki perguruan tinggi, yaitu belajar dan menyelesaikan perkuliahan dengan baik.
“Berorganisasi penting untuk mengembangkan diri, memperluas pengalaman, dan membangun jejaring. Namun, jangan sampai kesibukan organisasi membuat Saudara kehilangan fokus. Tujuan awal datang ke kampus adalah kuliah. Karena itu, akademik dan organisasi harus berjalan seimbang,” pesannya.
Ia turut mengajak mahasiswa memanfaatkan masa perkuliahan untuk memperluas pengetahuan, mengikuti kompetisi, membangun relasi yang sehat, dan berani mencoba berbagai pengalaman baru.
“Jangan menjadi mahasiswa yang hanya hadir di ruang kuliah. Jadilah mahasiswa yang aktif dan memberikan dampak, tetapi tetap disiplin menjalankan tanggung jawab akademik,” lanjutnya.
FIKOM UMRI, kata Jayus, berkomitmen melahirkan generasi komunikator yang unggul, berkemajuan, dan berlandaskan nilai-nilai Islam. Perbedaan latar belakang antarmahasiswa diharapkan menjadi kekuatan untuk saling mengenal dan belajar.
Pada akhir sambutannya, Jayus menyampaikan pantun sebagai ucapan selamat datang kepada mahasiswa baru:
Siak Sri Indrapura negeri istana,
Kota Rengat di Indragiri.
Selamat datang mahasiswa baru semua,
Mari bertumbuh bersama FIKOM UMRI.
Sepanjang kegiatan, para peserta tampak antusias mengikuti dan menyimak materi yang disampaikan oleh Dekan, Wakil Dekan, Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi, Ketua Program Studi Hubungan Masyarakat, bagian Tata Usaha, dan Kepala Laboratorium sesuai dengan bidang masing-masing.
Materi yang diberikan menjadi bekal awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal sistem akademik, program studi, layanan administrasi, fasilitas laboratorium, kegiatan kemahasiswaan, serta lingkungan pembelajaran di FIKOM UMRI.
Kegiatan PKKMB dibuka secara resmi oleh Dekan FIKOM UMRI dan dilanjutkan dengan rangkaian pengenalan kehidupan kampus kepada seluruh mahasiswa baru. (Rls./Muhansir)