Khutbah Jum’at Rektor UMRI: “Mahasiswa Harus Seimbangkan Heart, Head, dan Hand”

Pekanbaru (umri.ac.id) – Menjelang berakhirnya rangkaian kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) dan Masa Ta’aruf (Masta) Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) Tahun Akademik 2026/2027 tingkat universitas, ribuan mahasiswa baru bersama sivitas akademika UMRI mengikuti Salat Jumat berjamaah di halaman Kampus Utama UMRI, Jumat (18/9/2026).
Bertindak sebagai khatib, Rektor UMRI Dr. H. Saidul Amin, MA., menyampaikan khutbah yang menekankan pentingnya keseimbangan antara iman, kecerdasan, dan keterampilan sebagai bekal mahasiswa dalam menjalani kehidupan dan menghadapi masa depan. Salat Jumat tersebut diimami Ketua Lembaga Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LAIK) UMRI, Fauzi Rahman, M.Psi., dan turut dihadiri Anggota DPR RI Dapil Riau dari Fraksi Demokrat, H. Achmad, M.Si.
Dalam khutbahnya, Rektor UMRI menguraikan tiga elemen penting yang harus dikembangkan secara seimbang dalam diri manusia, yakni heart, head, dan hand.
“Pertama adalah heart, di situlah iman berada, di situlah keyakinan bersemi, dan di situlah ideologi bertahta. Tanpa iman, manusia akan kehilangan arah dan pada akhirnya kehilangan segalanya,” ujar Saidul Amin.
Menurutnya, heart menjadi landasan utama dalam kehidupan karena ilmu dan kecerdasan tanpa nilai keimanan berpotensi kehilangan arah dalam penggunaannya. Karena itu, mahasiswa perlu menjadikan penguatan iman sebagai bagian penting dalam membangun karakter sekaligus menentukan arah pemanfaatan ilmu yang diperoleh di perguruan tinggi.
Elemen kedua, lanjutnya, adalah head, yang berkaitan dengan kemampuan berpikir dan kecerdasan. Mahasiswa tidak cukup hanya memiliki pengetahuan yang luas, tetapi juga harus mampu menggunakan akal secara kritis, jernih, dan bertanggung jawab.
“Yang kedua adalah head. Manusia harus memiliki akal dan mampu berpikir dengan cerdas. Ilmu yang diperoleh harus melahirkan cara berpikir yang baik dan benar,” jelasnya.
Sementara itu, hand merupakan elemen ketiga yang menggambarkan keterampilan dan kemampuan mengimplementasikan ilmu dalam tindakan nyata. Pengetahuan dan kecerdasan, menurut Rektor, harus diwujudkan melalui keterampilan yang menghasilkan karya dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Hand adalah keterampilan. Apa yang kita yakini di dalam heart dan apa yang kita pikirkan melalui head harus mampu diwujudkan melalui hand,” lanjutnya.
Pesan tersebut menjadi bagian penting dalam pembinaan mahasiswa baru UMRI yang tidak hanya diarahkan untuk mengenal lingkungan akademik, tetapi juga menanamkan nilai-nilai keislaman dan membangun karakter.
Rektor UMRI berharap mahasiswa mampu menjadikan masa perkuliahan sebagai proses untuk mengembangkan heart, head, dan hand secara seimbang. Dengan demikian, lulusan UMRI diharapkan tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga karakter Islami, kemampuan berpikir yang baik, serta keterampilan untuk berkarya dan memberikan manfaat bagi masyarakat. (Syae)