Perkuat Mutu Pendidikan Farmasi, UMRI Jalani Visitasi OSCE Center APTFI

Pekanbaru (umri.ac.id) – Program Studi Farmasi Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) menerima kunjungan tim asesor dari Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI) dalam rangka visitasi OSCE Center, Sabtu (31/1/2026) pagi. Kegiatan ini berlangsung di Auditorium Umri Jalan Tuanku Tambusai-Pekanbaru dan menjadi bagian penting dalam upaya peningkatan mutu pendidikan farmasi.

Tim asesor APTFI yang hadir terdiri dari Prof Dr apt Diky Mudhakir, MSc., dan Prof Dr apt Satibi, MSi. Turut hadir Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Umri Prof Dr H M Nazir, MA., Rektor Umri Dr H Saidul Amin, MA., beserta jajaran Wakil Rektor Umri, Direktur Akademik, Kepala Biro, Dekan dan Wakil Dekan Fakultas MIPA Kesehatan, Ketua dan Sekretaris Program Studi Farmasi, serta para dosen farmasi dilingkungan Umri.

Dalam sambutannya, Ketua BPH Umri Prof M Nazi, menyampaikan ucapan selamat datang kepada tim asesor APTFI. Ia menegaskan bahwa pengembangan program studi di perguruan tinggi harus senantiasa berorientasi pada standar mutu dan kebutuhan pendidikan tinggi nasional.

“Program Studi Farmasi merupakan salah satu prodi yang berkembang sangat pesat. Karena itu, peningkatan kualitas harus terus dilakukan agar mahasiswa memiliki daya saing dan mampu menjawab tantangan masa depan,” ujarnya.

Sementara itu, asesor APTFI Prof Satibi, menjelaskan bahwa APTFI memiliki misi utama dalam penguatan mutu pendidikan tinggi farmasi di Indonesia. Saat ini, terdapat sekitar 300 program studi farmasi di Indonesia, menjadikannya sebagai jumlah terbanyak di dunia.

“Salah satu instrumen penting yang wajib dimiliki dan didukung oleh program studi farmasi adalah OSCE Center. Selain itu, terdapat ujian kompetensi mahasiswa farmasi yang bertujuan mengukur keterampilan, sikap, dan pengetahuan secara komprehensif,” jelasnya.

Dalam visitasi tersebut, tim asesor melakukan peninjauan menyeluruh terhadap alur pelaksanaan ujian, kelengkapan ruang, kesiapan perangkat, hingga standar operasional prosedur yang diterapkan di OSCE Center. Melalui fasilitas ini, mahasiswa dapat mengikuti uji kompetensi klinis secara terstruktur, objektif, dan terstandar. Keberadaan OSCE Center dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung penyelenggaraan Program Studi Apoteker di Umri.

Pada kesempatan yang sama, Rektor Umri Dr Saidul Amin menyampaikan bahwa visitasi OSCE Center merupakan momentum penting sebagai bahan evaluasi sekaligus pemetaan terhadap berbagai aspek yang perlu dikembangkan ke depan.

“Farmasi adalah keilmuan masa depan. Bidang ini akan bersentuhan langsung dengan manusia, sehingga inovasi dan kreativitas menjadi sebuah keniscayaan,” ungkapnya.

Ia juga menekankan pentingnya keseimbangan antara kecerdasan akademik dan penguatan karakter bagi mahasiswa farmasi. Kehadiran tim asesor APTFI diharapkan mampu memberikan semangat futuristik dan inovatif bagi pengembangan Program Studi Farmasi Umri.

“Kami berharap Farmasi Umri terus berinovasi agar mampu menghasilkan lulusan dengan keilmuan yang holistik, berkarakter, dan berdaya saing,” tambahnya.

Melalui kegiatan visitasi ini, Umri menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan serta mencetak lulusan apoteker yang unggul dan profesional. Dukungan lingkungan belajar yang modern, terstandar, serta tenaga pendidik yang berpengalaman menjadi wujud keseriusan Umri dalam menyiapkan apoteker terbaik Indonesia. (Syae).