Bangun Kerja Sama dengan Dua Negara, FKIP UMRI Taja Pembekalan dan Pelepasan Mahasiswa Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP)

Pekanbaru (Umrinews) - Rektor Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) Dr. Saidul Amin, MA membuka secara langsung kegiatan pembekalan dan pelepasan mahasiswa Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Umri dengan tema "Transformation Toward World-Class Education" pada Rabu (13/12/2023) pagi. 

Pembekalan yang digelar di aula kampus utama Umri Jalan Tuanku Tambusai ini dihadiri oleh Dekan, Dosen-dosen, serta mahasiswa yang akan mengikuti kegiatan PLP. 

Saat ini FKIP Umri memiliki terobosan baru dengan mengikuti skema Kuliah Kerja Nyata (KKN) yakni bekerja sama dengan berbagai sekolah di dua negara. "Terdapat dua skema yakni reguler dan internasional, yang mana kita akan mengirimkan mahasiswa ke tiga daerah di negara Malaysia dan Thailand. Adapun total keseluruhan mahasiswa yang mengikut PLP ini sebanyak 103 mahasiswa," kata Neng Sholihat M Pd yang merupakan dosen FKIP sekaligus ketua pelaksana pembekalan PLP. 

Disamping itu Dekan FKIP Benny Herlandy M Pd mengatakan hal ini sudah dirintis sebelumnya dengan bekerja sama melibatkan Rektor dan dosen serta berbagai pihak lainnya sehingga dapat terlaksana di tahun 2023. 

"Internasionalisasi yang kita harapkan dapat berkelanjutan dan tentu dengan dorongan bapak Rektor hal ini dapat kami laksanakan. Dan nanti kami harapkan kepada mahasiswa agar terus belajar baik di kampus maupun di luar nantinya dan mampu menjadi tenaga pendidik yang baik sesuai dengan motto di FKIP menjadi pendidik di masa depan diharapkan melalui dua program ini bisa belajar banyak nantinya," ujarnya saat memberikan semangat kepada mahasiswa.  

Rektor Umri Dr Saidul Amin MA juga menyebut ini merupakan terobosan yang dinilainya luar biasa sebab mahasiswa Umri telah menyebar di berbagai negara. "Anda adalah duta-duta kampus Umri sesampai di tempat PLP pakailah prinsip vini, vidi dan vici datang lalu berjuang dan be a leader," paparnya. 

Ia juga berpesan bagi mahasiswa untuk dapat mempelajari bahasa asing yang mana menurutnya bahasa adalah suatu hal yang penting dalam bagian komunikasi dan pendidikan. "Belajar lah bahasa orang lain karena itu penting dan ketika anda praktik mengajar dengan baik selain itu juga butuh transformasi," pungkasnya. (Walida)