Dekan FSI UmrI Berikan Pencerahan Merawat Keragaman Kepada 50 Kader FPK Kecamatan Kempas Indragiri Hilir

Tembilahan (Umri) - Dekan Fakultas Studi Islam (FSI) Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) Dr Santoso MSi dengan semangat memberikan motivasi tentang upaya menjaga kerukunan masyarakat yang beragam di Aula Kecamatan Kempas, Kabupaten Indragiri hilir, Kamis (1/12/2022). 

Kegiatan yang bertajuk Pengabdian Pembekalan Penguatan Kelembagaan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Inhil ini diikuti sebanyak 50 peserta dari unsur Kepada Desa, Tokoh Masyarakat dan Kader FPK Daerah. Turut juga hadir dalam acara tersebut unsur Kesbangpol Kabupaten Indragiri Hilir.  

Dalam pemaparannya, Santoso menitik beratkan pada keberagaman suku dan budaya di Indonesia tidak membuat perpecahan bahkan menjadikan perbedaan itu sebagai suatu kekuatan dan kebersamaan. 

“Telah disadari sejak lama, bahwa Indonesia adalah sebuah bangsa dengan keragaman suku dan budaya terbesar di dunia. Begitu juga kondisi masyarakat Kempas. Beragam budaya dan etnis hidup dalam lingkungan Melayu yang terbuka dan menjadikan daerah lebih kuat” ujarnya. 

Lebih lanjut ia menyampaikan “Pertemuan lintas etnis dan budaya yang beragam tentu saja memerlukan ketrampilan tersendiri dalam mengelola dan memperdayakannya. Bila keragaman tidak dikelola dengan baik maka dikhawatirkan justru akan menjadi beban dan persoalan sosial yang membahayakan. Sebaliknya bila keragaman dapat dikelola dengan bijak maka akan menjadi kekuatan yang sangat besar”, tegas Santoso. 

Santoso juga menjelaskan bahwa secara kelembagaan FPK adalah forum legal yang memiliki tanggungjawab besar untuk menjaga keharmonisan dan keragaman lintas etnis. Untuk itu penguatan lembaga adalah sebuah keniscayaan. 

“Kekuatan lembaga akan memberikan kontribusi yang besar dalam upaya pembinaan masyarakat beragam dalam bingkai bineka tunggal ika. Sejalan dengan upaya penguatan tersebut, perlu juga untuk dijalin kerja sama dengan seluruh pihak, baik pemerintah daerah, ulama, tokoh adat dan masyarakat” jelas Santoso lagi.

Santoso yang juga menegaskan dalam materinya, bahwa tantangan bangsa ke depan akan semakin berat. Faham-faham luar yang bertentangan dengan nilai kebangsaan kita masuk tanpa ada batas lagi. Oleh karena itu para penggiat FPK harus memiliki pola pembinaan kerukunan yang baru. Semua harus diupayakan dalam upaya memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sementara itu Camat Kempas Muhammad Yusuf SSos MM, dalam sambutannya menyampaikan bahwa FPK diharapkan senantiasa menjaga hubungan yang konstruktif dalam upaya memperkuat kerukunan antar etnis di wilayah kecamatan Kempas. Begitu juga terkait suasana pemilu dalam waktu mendatang diharapkan seluruh kader FPK untuk turut menjaga kerukunan diantara masyarakat. 

Sedangkan Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Inhil HM Arifin SSos MM dalam pengarahannya menghimbau agar masyarakat Kempas yang terdiri dari beragam suku dan budaya, memungkinkan terjadi gesekan dan konflik, untuk dapat perlu dibangun kebersamaan dan persepsi yang positif dalam keberagamaan dan hal ini merupakan kunci utama mewujudkan persatuan. Persamaan dalam perbedaan serta menghindari gesekan antar suku dalam beragam etnis harus dijaga sampai kapanpun.